Rabu, 18 Mei 2011

terorisme? Secara faktual DK-PBB sejak awal berdirinya PBB telah dikuasai oleh negara-negara Barat (Kristen dan Yahudi), khususnya Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang anti Islam, sehingga pengertian terorisme internasional menurut DK-PBB adalah identik dengan umat Islam dengan embel-embel “umat Islam fanatik, ekstrem, garis keras” sebagaimana yang selama ini telah dianut oleh Barat.
Oleh karena itu, setiap tindakan umat Islam yang tidak sejalan dengan kepentingan Barat atau bertentangan dengan Barat, maka tindakan itu disebut teror, sebagaimana dikemukakan oleh Shireen T. Hunter (ilmuwan Amerika Serikat) yang menyatakan bahwa umat Islam Iran, Syria dan Libya sebagai teroris dalam menempuh kebijakan politik mereka. (Riza Sihbudi; 2002 :56). Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Richard Bullet dari universitas Columbia Amerika Serikat yang menyatakan: “Orang-orang Amerika Serikat suatu ketika akan meyakini tanpa bukti apapun bahwa ancaman teroris selalu datang dari umat Islam fanatik”. Jadi pengertian terorisme internasional menurut resolusi DK-PBB, secara hakiki adalah sama dan identik dengan keyakinan Barat (Kristen-Yahudi) yaitu “umat Islam”.
b. CIA-AS Otak Teroris Dunia.
Central Intelligence Agency (CIA ) Amerika Serikat sebagai polisi rahasia dunia, yang paling jahat, tidak mengenal hukum dan moral, dan tidak menghormati hak-hak asasi manusia (HAM), negara-negara sahabat Amerika Serikat bisa ditipu dan dikuasai serta musuh-musuhnya dihancurkan. Kesimpulan tersebut dimuka bersumber dari tulisan John Stock Mell, pejabat CIA-AS dalam Penga Angola, dalam bukunya “In Search of the Enemy”, antara lain berbunyi : “Karena terpilih sebagai super patriot, para anggota CIA tidak lagi terikat oleh aturan, tak ada kontrak, tak ada hukum, tak ada pengendalian moral, tak ada hak sipil yang harus mereka hormati. Tak seorangpun di dunia ini yang lebih aman terhadap tindakan kriminalnya; negara-negara sahabat AS dapat ditipu dan musuh-musuhnya dihancurkan tanpa rasa bersalah. Ini adalah sebuah pengalaman dalam tindakan a moral, sebuah fantasi yang benar-benar terwujud, yang dapat menjadi pelarian para presiden, anggota kongres dan rakyat Amerika Serikat, sambil merelakan diri menjadi tumbal bagi orang lain. Akhirnya seperti polisi rahasia manapun, mereka meracuni warga Amerika Serikat dengan obat-obat terlarang, membuka surat-surat pribadi, menyuplai media massa dengan propaganda terselubung dan informasi menyesatkan (disinformasi), berbohong kepada wakil-wakil rakyat terpilih, meletakkan diri mereka diatas hukum dan konstitusi”. ( Ahmad Munief;1999 : 73-74 ).
Kegiatan-kegiatan jahat yang paling mudah dilakukan oleh CIA-AS adalah melaui propaganda media massa (cetak dan elektronik) baik di Amerika Serikat maupun di luar negeri. Lebih dari seratus wartawan CIA-AS yang disusupkan ke berbagai lembaga media massa, sehingga biaya tahunan CIA-AS untuk keperluan penyusupan wartawan tersebut mencapai $1.000.000.000. atau Rp.10.000.000.000.000. Pola kerja wartawan CIA-AS adalah “merekayasa informasi” (informasi yang sengaja dibuat-buat) dan “disinformasi” (informasi yang menyesatkan), sehingga publik internasional tertipu dan terjebak kedalam sasaran tembak CIA-AS. Menyebarkan informasi rekayasa dan disinformasi melalui berbagai macam produk publikasi termasuk “Video dan audio” ke seluruh dunia melalui kedutaan besar Amerika Serikat , dan agen-agen CIA-AS di luar negeri. (Ade Armando; 2002 : 76-77).
Kemudian CIA-AS sebagai otak teroris internasional, baik melalui agen-agen CIA-AS, melalui media massa dan invasi militer dapat disebutkan sebagai berikut :
 Teror-teror di Guatemala (sejak 1953-sampai sekarang); Costa Rica (1950,1970-1971); di Columbia (sejak 1960-sampai sekrang); di El Savador (sejak 1980 – sampai sekarang); di Nicaragua (1981-1990); di Republik Dominika (1963-1966); di Chili (1964-1973).
 CIA-AS terlibat langsung rencana pembunuhan Jose Figuares (Presiden Costa Rica); Fidel Castro (Presiden Cuba).
 CIA-AS berhasil membunuh: Salsador Allende (Presiden Chili); Che Guavera (Pemimpin Revolusi Bolivia);
(Suripto;2002 :351).
 Pengeboman gedung federal P.Murrad di Oklahoma Amerika Serikat, 9 April 1995, CIA-AS dan Mossad-Israel memfitnah Hamas (Palestina) sebagai pelakunya. Akibatnya Amerika Serikat dan Israel menyerbu dan membunuh rakyat Palestina di tepi Barat dan Jalur Gaza, ratusan rakyat sipil Palestina terbunuh. Padahal bukti di Pengadilan menyatakan bahwa pengebom gedung federal tersebut adalah Timothy Mc.Veight, mantan marinir Amerika Serikat sendiri.
(Firdaus Efendi dan M.Salam; 2001 : 54).
 Pengeboman gedung kedutaan besar di Daar aal Salam Nairobi 17 Agustus 1998, CIA-AS memitnah Osama bin Laden dan dengan Mujahidin Afghanistan yang melakukannya serta memitnah pula bahwa Osama bin Laden sedang membuat gas beracun di pabrik obat di Sudan. Akibatnya pasukan militer Amerika Serikat menembakan 80 rudalnya ke markas Mujahidin di Afghanistan dan pabrik obat di Sudan. Padahal menurut Departemen Pertahanan Amerika Serikat sendiri adalah pabrik obat biasa.
(T.Yuliani; 2001 : 124).
 Pengeboman gedung WTC New York Amerika Serikat pada 11 September 2001; sepuluh menit setelah ledakan dan gedung tersebut belum runtuh, tetapi CIA-AS melalui media massa CNN telah memfitnah bahwa otak teror tersebut adalah Osama bin Laden dengan organisasi Al Qaedahnya. Padahal banyak pengamat politik dan militer, baik dari Amerika Serikat maupun dari luar negeri, melalui komentar dan tulisan di media massa yang menyatakan bahwa teror 11 September 2001 adalah CIA-AS dan Mossad-Israel. Fakta-fakta dibawah ini adalah bukti dari kebenaran pernyataan tersebut:
• Mike Robert, mantan kepala Kepolisian Los Angeles Amerika Serikat, dengan menunjukan 4o foto dan dekumen resmi, menyatakan pemerintah Amerika Serikat dan Henri Kissinger (mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat) terlibat dalam “Selasa hitam” 11 September 2001.
• Armand de Borchgrave (wartawan senior United Press Internasional) , 26 September 2001; menyatakan bahwa Mossad-Israel dan CIA-AS terlibat dalam teror 11 September 2001.
• Jeb Bush (saudara Presiden George W.Bush dan Gubernur Florida Amerika Serikat) telah memberlakukan keadaan “darurat militer” di Florida empat hari sebelum teror 11 September 2001. Artinya Jeb Bush telah mengetahui rencana teror 11 September 2001.
• Surat kabar The Washington Post melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur dan rudal-rudal yang bertugas mengamankan Gedung Putih dan Pentagon tidak berbuat apa-apa, tatkala pesawat teroris berputar-putar diatasnya, hingga Pentagon ditabrak pesawat teroris. Artinya pemerintah Amerika Serikat tahu dan membiarkan gedung Pentagon diteror.
• Surat kabar Al Manar di Libanon dan Al Wathan di Yordania mengungkap fakta bahwa pada tanggal 11 September 2001 , 4000 pegawai WTC dari etnis Yahudi tidak masuk kantor. Artinya mereka telah diberi tahu bahwa gedung WTC akan diledakkan oleh teroris pada tanggal 11 September 2001.
• Dinas keamanan Israel “Shabak” telah melarang Perdana Menteri Ariel Sharon untuk melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001. Artinya pemerintah Israel telah mengetahui sebelumnya bahwa 11 September 2001 akan ada teror di Amerika Serikat.
• Editor “Crude com” Amerika Serikat melaporkan bahwa p[ada tanggal 11 September 2001, “air traffic control” pada jalur penerbangan pesawat teroris dimatikan. Artinya pegawai-pegawai air trafficcontrol Amerika Serikat sengaja mematikannya, karena mengetahui bahwa jalur itu akan digunakan oleh pesawat terbang teroris.
• Pada bulan Agustus dan September 2002, baik di Amerika Serikat, Inggris dan Jerman telah keluar tulisan di media massa dan buku, yang pada dasarnya membantah bahwa Osama bin Laden dan Al Qaedah pelaku teror 11 September 2001.
• Pasca 11 September 2001, CIA-AS telah menangkap, menahan dan menyiksa ribuan umat Islam dari seluruh dunia, terutama dari Timur Tengah, yang dituduh sebagai anggota Al Qaedah dan Thaliban, para tahanan tersebut di tempatkan di penjara Guantanamo-AS, Al Ghuraib –Irak, di Afghanista dan di negara-negara Uni Eropa, tetapi sampai saat ini tidak ada satupun diadili secara terbuka di pengadilan-pengadilan di Amerika Serikat atau di negara-negara para tahanan itu di sekap.Bahkan yang terdapat ialah banyak para tahanan yang dituduh teroris itu dibebaskan dengan cara diam-diam dalam keadaan cacat (baik fisik maupun mental), karena penyiksaan yang dilakukan oleh CIA-AS dipenjara.
 CIA-AS melalui media massa dan DK-PBB telah memfitnah Presiden Saddam Husein dari Irak telah memiliki senjata kimia pembunuh massal dan pembina para teroris, sehingga pasukan militer Amerika serikat mengerahkan 30.000 orang tentara untuk menyerbu, membunuh puluhan ribu warga sipil Irak dan menjajahnya sampai sekarang. Padahal Presiden George W. Bush, pada awal Desember 2005 membuat pernyataan terbuka bahwa tuduhan “senjata kimia pembunuh massal yang dimiliki Irak” hanya rekayasa CIA-AS sendiri.
 Menurut FBI Amerika Serikat, bahwa teror-teror bersenjata di Amerika Serikat priode 1982-1992, sebanyak 126 kali, semuanya di otaki oleh CIA-AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar